Potensi besar para talenta dalam negeri di bidang teknologi masih perlu
diasah agar dapat bersuara lantang di dunia internasional.
Milind
Mahajan, Head of Engineering Grab, mengatakan bahwa persaingan di dunia
engineering dalam negeri akan semakin ketat dikarenakan seluruh
perusahaan tengah mencari talenta-talenta terbaik untuk menjadi teknisi
mereka.
Hal tersebut diamini Steve Yegge selaku Head of
Engineering - Data Insight Grab. Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki
industri yang besar di bidang teknologi, dengan diikuti oleh tersedianya
talenta dalam jumlah banyak.
Fenomena tersebut pun menurut Steve memberikan kesempatan yang baik bagi
para talenta potensial untuk bekerja di sejumlah startup maupun
perusahaan dalam negeri, walau sejatinya ia lebih ingin mendorong mereka
untuk berbicara lebih banyak di dunia internasional.
"Bekerja di
perusahaan lokal tentunya memberikan kenyamanan bagi mereka, sekaligus
memberikan kesempatan untuk membantu teman dan keluarga yang
dimilikinya," katanya saat ditemui dalam sebuah kesempatan di Jakarta.
"Meski
begitu, Indonesia memiliki kultur teknologi tersendiri yang sebenarnya
bisa disuarakan dan dibagikan ke negara-negara lain di seluruh dunia,"
ucap Steve menambahkan.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan umpan
balik dari pihak luar negeri, sebagaimana negara-negara tersebut butuh
banyak belajar kepada Indonesia, sehingga tidak ada salahnya bagi
talenta Tanah Air untuk bergabung dengan perusahaan multinasional
seperti Grab contohnya.
"Saya sangat ingin melihat para engineer
lokal bergabung dengan Grab, karena mereka bisa membawa nama Indonesia
ke kancah global dengan tetap fokus pada ekosistem teknologi di dalam
negeri," ujarnya.
Steve menambahkan bahwa dirinya, Milind, dan
segenap anggota tim yang lain tidak akan bisa melayani Indonesia dengan
baik tanpa bantuan dari masyarakat itu sendiri yang mengajari mereka
mengenai seluk beluk negara ini.
Terlebih, Indonesia merupakan
negara besar dengan tak kurang dari 17.000 pulau, sehingga Steve
berpendapat bahwa fakta tersebut dapat menimbulkan tantangan tersendiri
dalam hal jangkauan dan infrastruktur yang dibangun di dalamnya.
Meski
demikian, menurut Milind, pada akhirnya semua akan ditentukan oleh
minat dari para talenta itu sendiri. "Mengingat ada banyak bidang yang
dapat dipilih, seperti teknologi mobile hingga kecerdasan buatan,
pilihan dari mereka sendiri yang akan membawanya ke arah selanjutnya,"
pungkas Milind

0 comments:
Post a Comment