Ibu Tua pencari botol plastik mungkin begitulah sebutan untuk sang ibu yang hampir setiap pagi menjelang atau pagi buta menjelang dilaksanakannya sholat subuh memunguti sampah disekitar lokasi tempat saya bermain hingga ke ujung jalan, karena saya juga tidak tahu menahu nama dan alamat lengkapnya.
Ianya seolah tak pernah lelah setiap hari mengais rejeki dengan memunguti sampah disekitar lokasi tempat saya bermain "wifi corner" Telkom. terkadang juga ada seorang bapak tua yang masih separuh baya dengan kondisi yang cukup sehat dengan profesi kurang lebih serupa.
Pun ada juga pak tua dengan profesi yang kurang lebih sama juga terkadang hadir disekitar jalan tempat saya online, namun jarang sekali masuk ke wilayah / lingkungan telkom.
Selain dari para pencari / pemungut sampah botol bekas juga tidak ketinggalan para pencari bungkus rokok dengan merek tertentu yang entah untuk apa ?
Tidak hanya dikota besar akan tetapi kota kecil seperti tempat saya tinggal dan bermain inipun tidak luput dari mereka para penghuni pinggiran kota yang masih mau bekerja dengan mengandalkan tenaga dan pikiran serta keringat mereka.
Namun tidak jarang juga ada diantara mereka yang mengemis dan mengamen namun tidak diketahui apakah diwilayah ini ada pencopet atau penjambret maupun peng-gendam, 5 diantara sekian banyak profesi yang mungkin dewasa ini nampaknya kurang layak untuk kita lihat keberadaannya, karena dengan banyaknya lapangan pekerjaan , bantuan serta mudahnya mencari pinjaman seperti dewasa ini nampaknya profesi yang demikian mungkin semestinya sudah tiada lagi hadir disekitar kita.
Entahlah meski tidak sedikit bantuan dari pemerintah yang telah hadir dan banyaknya bantuan luna serta lapangan pekerjaan mungkin masih belum mampu untuk mengentaskan mereka dari hitamnya kehidupan jalanan.
Atau mungkin tangan pemerintah , swasta dan perorangan kurang panjang untuk bisa menggapai dan mengangkat mereka meninggalkan gelapnya kehidupan jalanan.


0 comments:
Post a Comment